Halo Sobatlab.
Menjaga kebersihan udara di area cleanroom itu sangat penting untuk setiap fasilitas yang steril, karena proses kegiatan didalamnya harus berjalan tanpa gangguan dari partikel, debu, ataupun mikroorganisme yang bisa jadi penyebab kontaminasi.
Tapi tantangan besarnya muncul saat ada kebutuhan memindahkan alat, bahan, atau sampel dari luar ruangan ke cleanroom, dan sebaliknya. Kalau pintu antar ruangan dibuka secara langsung, tekanan udara bisa rusak dan tingkat sterilitas menurun. Nah, di sinilah fungsi pass box sebagai penghubung yang aman dan efisien.
Dalam artikel ini, Minlab akan bahas lengkap tentang fungsi pass box, kenapa penting dalam lingkungan steril, prinsip kerja, komponen utama, hingga standar ISO dan GMP yang wajib Sobatlab tahu sebelum memilih alat yang tepat. Yuk kita mulai!
Apa itu Pass Box
Sebelum mulai mempertimbangkan untuk pakai pass box, sobatlab harus tahu dulu apa sebenarnya alat ini, kenapa cleanroom butuh pass box, dan bagaimana prinsip dasarnya bekerja.
Fungsi Pass Box serta Definisinya
Sederhananya, pass box adalah alat yang digunakan dengan cara dipasang di dinding untuk memindahkan barang atau material dari area non steril ke area steril tanpa membuat area yang bersih terkontaminasi.
Prinsipnya adalah menciptakan barrier udara di cleanroom supaya tidak terkontaminasi udara luar.
Prinsip Kerja Pass Box
Setelah tahu definisinya, Sobatlab mungkin penasaran, “Gimana sih cara kerja alat ini sebenarnya?”
Pass box dirancang dengan sistem mekanik dan filtrasi yang memastikan setiap transfer barang tetap steril, aman, dan efisien.
Di bagian ini, Minlab akan bahas dua hal penting, yaitu komponen utama yang membentuk pass box, serta perbedaan prinsip kerja antara tipe static dan dynamic.
Komponen Utama Pass Box dan Cara Kerja
Pass box terdiri dari beberapa komponen utama yang dirancang untuk menjaga kondisi steril saat transfer barang, komponen utamanya adalah :
- Chamber :
Tempat meletakkan barang sebelum dipindahkan. Fungsinya sebagai area penyangga antara ruang non-steril dan steril. - Pintu Interlock
Sistem keamanan yang memungkinkan satu pintu terbuka dalam satu waktu, apabila pintu di satu sisi terbuka maka sisi lainnya akan terkunci. Fungsinya adalah mencegah udara kotor masuk ke ruang bersih. - HEPA Filter
Menyaring partikel udara dengan tingkat efisiensi hingga 99,97%, Fungsinya untuk menjaga udara di dalam chamber tetap steril. - Lampu UV Sterilizer
Mensterilkan permukaan barang sebelum berpindah ke cleanroom, biasanya digunakan untuk kebutuhan farmasi dan mikrobiologi. - Sistem Kontrol Tekanan Udara
Menjaga kestabilan tekanan dan mendukung sistem tekanan positif di area steril.
Singkatnya cara kerjanya seperti ini:
Barang ditempatkan di sisi non-steril → pintu otomatis terkunci → udara di ruang transfer difilter atau disterilisasi → baru kemudian pintu sisi steril bisa dibuka untuk mengambil barang.
Pass box juga ada yang dilengkapi sensor otomatis, indikator LED, dan alarm, hingga membuat proses perpindahan barang lebih aman dan efisien.
Perbedaan Prinsip Static dan Dynamic Pass Box
Sobatlab juga perlu tahu kalau di dunia cleanroom, tidak semua kebutuhan transfer barang itu sama.
Ada kondisi di mana perbedaan tekanan udara dan sterilitas antar ruangan itu sangat tinggi, dan ada juga yang relatif seimbang.
Nah, di sinilah muncul dua varian utama: Static Pass Box dan Dynamic Pass Box.
- Static Pass Box
Pass box jenis ini tidak mempunyai sistem sirkulasi udara internal, sehingga udara didalamnya menjadi statis atau pasif. jadi cocok untuk transfer barang antar ruangan dengan tingkat kebersihan yang sama. Fokus utama dari jenis Pass box ini adalah pada sistem interlock untuk mencegah udara luar masuk.
contoh dari static Pass box bisa sobatlab lihat pada link dibawah ini :
Static Pass Box – Pusat Clean Room - Dynamic Pass Box
berbeda dengan versi static, dynamic pass box memiliki sistem sirkulasi udara aktif yang membuat aliran udaranya bersifat laminar dan dinamis. Udara di dalamnya disirkulasikan menggunakan air blower, lalu disaring melalui HEPA filter yang mampu menghilangkan hingga 99.97% partikel berukuran mikron. Dengan sistem ini, udara di dalam pass box selalu terjaga kebersihannya dan bertekanan positif, sehingga sangat cocok digunakan untuk transfer material antar ruangan dengan perbedaan kelas ISO, misalnya dari ISO 7 ke ISO 5.
contoh dari static pass box bisa sobatlab lihat pada link dibawah ini :
Dynamic Pass Box – Pusat Clean Room
Tips dari Minlab:
kalau sobatlab pakai dynamic pass box, Jangan lupa lakukan pemeriksaan HEPA filter secara berkala, karena performa filtrasi yang menurun bisa mengurangi efektivitas perlindungan kontaminasi.
Standar dan Terminologi Teknis Pass Box
Nah Sobatlab, Karena kamu sudah mengetahui apa itu pass box, prinsip kerja pass box dan manfaat pass box. Pasti akan muncul dalam pikiran “Seperti apa sih pass box yang bagus itu?”
Pass box yang bagus harus memenuhi standar persyaratan design berdasarkan ISO dan GMP (Good Manufacturing Practice). Lalu, pass box yang bagus juga harus melalui proses mengukuran dan pengujian kinerja pass box. Sekarang Minlab akan mulai dari istilah yang penting dulu untuk membantu menentukan standar yang sesuai dengan sobatlab.
Istilah Penting: Air Flow, Filtrasi HEPA, dan Validasi Sterilitas
- Air Flow (aliran udara):
Air flow adalah arah dan pola pergerakan udara di dalam pass box. Di dalam ruang steril, udara tidak boleh bergerak sembarangan. Pola aliran harus laminar (satu arah dan seragam) supaya partikel debu atau mikroorganisme tidak menumpuk di satu titik.
Jenis aliran udara ini bisa tercipta didalam pass box karena sistem blower yang terintegrasi dengan HEPA filter. Tapi, kalau sampai aliran udara terganggu, risiko kontaminasi bisa meningkat secara signifikan.
Itu sebabnya desain dan penempatan ventilasi udara di dalam pass box harus sangat diperhitungkan, terutama untuk tipe dynamic yang bekerja secara aktif. - HEPA filter:
HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter adalah komponen kunci yang memastikan udara di dalam chamber tetap bersih.
Filter ini mampu menyaring 99,97–99,99% partikel berukuran hingga 0,3 mikron, termasuk debu halus, spora, dan mikroba.
Dalam industri farmasi dan laboratorium, filtrasi HEPA wajib ada dan diuji secara berkala melalui HEPA integrity test atau DOP test. - Validasi Sterilitas:
Validasi sterilitas adalah proses memastikan pass box benar – benar berfungsi sesuai dengan standar kebersihan.
Tahap ini mencakup pengujian, dokumentasi, dan kalibrasi berkala untuk membuktikan bahwa sistem udara, filter, dan interlock bekerja optimal.
Biasanya validasi sterilitas dilakukan oleh teknisi berpengalaman dengan panduan dari GMP dan standar ISO 14644.
Kalau hasil validasi sampai tidak memenuhi kriteria, misalnya aliran udara tidak stabil atau tekanan tidak sesuai, maka pass box harus segera diperbaiki sebelum dipakai.
Persyaratan Desain Berdasarkan Standar ISO dan GMP
Sebuah pass box tidak bisa dibuat asal-asalan, sobatlab. Untuk digunakan di cleanroom, alat ini harus memenuhi persyaratan desain yang ditetapkan oleh ISO 14644 dan GMP.
Beberapa poin utama yang harus dipenuhi antara lain:
- Bahan konstruksi:
terbuat dari stainless steel 304 atau 316, karena bahan ini tahan korosi, tidak berpori, dan mudah dibersihkan. - Finishing permukaan:
bagian dalam pass box harus halus, bebas celah, dan tidak menyerap partikel, agar mudah disterilkan. - Desain interlock:
pintu ganda harus dilengkapi sistem interlock mekanik atau elektronik untuk mencegah dua pintu terbuka bersamaan dan mencegah kebocoran udara bersih. - HEPA filter maintenance:
setiap filter wajib diuji efisiensinya minimal setahun sekali untuk memastikan performa tetap optimal. - Sistem alarm dan indikator:
beberapa pass box modern sudah dilengkapi lampu UV sterilizer, indikator tekanan, serta alarm yang memberi tahu bila terjadi gangguan tekanan atau kebocoran udara.
Parameter yang Diukur dalam Uji Kinerja Pass Box
Tapi memenuhi standar desain saja belum cukup sobatlab.
Desain yang terlihat sempurna di atas kertas belum tentu berfungsi optimal di lapangan
sebelum pass box benar-benar digunakan dalam proses produksi atau penelitian,
jadi setelah pass box selesai dibuat dan dipasang, setiap unit wajib melewati serangkaian pengujian kinerja (performance test) untuk memastikan semua sistem berjalan sesuai standar ISO dan GMP yang tadi dibahas.
Beberapa parameter penting yang biasanya diuji adalah:
- Air Velocity Test
Ini bertujuan untuk mengukur kecepatan aliran udara di dalam chamber pass box.
Kecepatan udara yang tepat sangat penting agar pola aliran tetap laminar (aliran udara satu arah yang stabil dan merata).
Kalau kecepatan udara terlalu rendah, partikel bisa menumpuk di satu area dan meningkatkan risiko kontaminasi. Dan sebaliknya, kalau terlalu tinggi, udara bisa menimbulkan turbulensi yang justru mengganggu kestabilan tekanan.
Nah biasanya, standar kecepatan udara yang ideal diukur dalam satuan meter per detik (m/s), dan hasilnya harus berada di kisaran yang ditentukan oleh standar ISO 14644.
Pengujian ini dilakukan dengan alat anemometer yang diletakkan di beberapa titik dalam chamber untuk memastikan distribusi udara sama di seluruh area.
- HEPA Integrity Test (DOP Test):
Tujuan test ini adalah untuk memastikan HEPA filter benar-benar rapat dan tidak bocor.
Prosesnya dilakukan dengan cara menyemprotkan aerosol khusus (biasanya DOP atau PAO) di sisi hulu filter, lalu memantau apakah partikel aerosol tersebut terdeteksi di sisi hilir.
Kalau ada partikel yang lolos, berarti ada kebocoran pada media filter atau sambungannya.
Kebocoran sekecil apa pun bisa membuat udara yang seharusnya bersih jadi tercemar, dan itu bisa berakibat fatal pada proses produksi steril, terutama di industri farmasi atau medis.
Dan terakhir, Tes ini harus dilakukan secara berkala (setidaknya setahun sekali) atau setiap kali HEPA filter diganti dan dilakukan perawatan besar (overhaul). - Particle Count Test:
Kalau HEPA Integrity Test memastikan filter bekerja dengan baik, maka Particle Count Test memastikan udara di dalam chamber benar-benar bersih.
Pengujian ini dilakukan dengan alat bernama particle counter, yang menghitung jumlah partikel mikroskopis di udara berdasarkan ukuran dan jumlahnya.
Hasil pengukuran ini akan dibandingkan dengan batas maksimum yang diizinkan untuk setiap kelas kebersihan ISO (misalnya ISO Class 5, 7, atau 8).
Jadi semakin rendah jumlah partikelnya, semakin tinggi pula kualitas kebersihan pass box tersebut.
tes ini biasanya dilakukan setelah proses pembersihan atau sebelum sertifikasi ruang bersih dilakukan ulang. - Pressure Differential Test:
Tes ini mengukur seberapa besar tekanan antara dua sisi ruangan, misalnya antara ruang bersih (clean area) dan ruang non-steril.
Kondisi idealnya adalah udara mengalir dari area yang lebih bersih ke area yang kurang bersih untuk mencegah udara kotor masuk ke dalam zona steril.
Kalau perbedaan tekanannya terlalu kecil, maka arah aliran udara bisa tidak terkontrol, dan udara kotor berpotensi “balik arah” dan sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga bisa menimbulkan turbulensi atau kesulitan saat membuka pintu pass box. Jadi hasil uji ini sangat penting untuk menentukan stabilitas dan keamanan lingkungan kerja steril. - Noise dan Light Intensity Test:
Test ini dilakukan untuk memastikan bahwa tingkat suara dari blower atau sistem aliran udara tidak melebihi ambang batas kenyamanan kerja (biasanya di bawah 65 dB). Suara yang terlalu bising bisa mengganggu konsentrasi saat bekerja di ruang steril.
Sementara uji intensitas cahaya (light intensity test) memastikan bahwa penerangan di dalam pass box cukup terang untuk memudahkan visual inspeksi dan mencegah kesalahan saat pengoperasian. - Smoke Test / Airflow Visualization Test
Terakhir, ada smoke test atau airflow visualization test. Tes ini dilakukan untuk melihat secara langsung pola aliran udara di dalam pass box menggunakan asap buatan (biasanya dari alat smoke generator).
Tujuannya adalah memastikan udara bergerak secara laminar (satu arah dan seragam), tidak membentuk pusaran (turbulen), serta benar-benar mengalir dari area bersih menuju area non-steril.
Test ini juga memberikan gambaran visual yang jelas bagaimana udara bergerak di dalam chamber, apakah ada “dead zone” (area tanpa aliran udara) atau arah alirannya malah berlawanan dari desain yang seharusnya.
Kalau ditemukan area stagnan atau turbulensi, artinya distribusi udara belum ideal dan perlu penyesuaian posisi filter, diffuser, atau kecepatan blower.
Manfaat Penggunaan Pass Box untuk Industri dan Kesehatan
Setelah tahu prinsip kerja dan standar desainnya, sekarang Minlab mau ajak sobatlab lihat sisi manfaatnya. Sebenarnya, seberapa besar sih pengaruh pass box dalam kegiatan industri dan fasilitas kesehatan?
Ternyata, alat sederhana ini punya banyak manfaat yang bisa bikin proses kerja jadi lebih efisien, aman, dan tetap steril. berikut penjelasannya :
Efisiensi Operasional di Laboratorium dan Farmasi
Manfaat pertama yang paling terasa adalah peningkatan efisiensi kerja dan keamanan proses.
Di lingkungan steril, setiap kali seseorang keluar-masuk membawa bahan atau alat, tekanan udara dan kebersihan ruangan bisa terganggu. Nah, di sinilah fungsi pass box berperan.
Dengan adanya pass box, pemindahan sampel, bahan baku, maupun peralatan bisa dilakukan tanpa membuka pintu ruang bersih secara langsung.
Hal ini menjaga kestabilan tekanan udara, menghemat waktu, dan mengurangi kebutuhan operator untuk berpindah antar-ruangan.
Misalnya di industri farmasi, bahan baku steril dapat dikirim dari area penimbangan ke ruang pencampuran tanpa harus menunggu proses gowning (pakaian steril) yang memakan waktu.Hasilnya, proses kerja menjadi lebih cepat, risiko kebocoran tekanan menurun, dan standar kebersihan tetap terjaga.
Selain menghemat waktu, tapi pass box juga bisa menekan biaya operasional jangka panjang.
Pencegahan Kontaminasi Silang di Rumah Sakit dan CSSD
Manfaat kedua, khususnya rumah sakit dan Central Sterile Supply Department (CSSD), yaitu area tempat pembersihan dan sterilisasi alat medis dilakukan.
Coba sobatlab bayangkan, kalau dokter atau perawat harus membawa alat dari ruang operasi ke area sterilisasi tanpa pengendalian udara yang baik. risiko perpindahan mikroorganisme patogen bisa sangat tinggi, dan bisa menyebabkan kontaminasi silang antar pasien.
Disinilah fungsi pass box untuk membantu memutus rantai risiko itu dengan bertindak sebagai penghubung antara area “kotor” dan area “bersih”. alat medis yang telah disterilkan bisa ditransfer ke ruang bersih melalui pass box tanpa membuka jalur utama, sehingga bisa aman dari kontaminasi.
Selain itu, beberapa model pass box juga dilengkapi sensor tekanan dan indikator HEPA filter, yang memastikan udara di dalam chamber tetap memenuhi standar kebersihan ISO.
Dengan cara ini, pass box bukan hanya menjaga alat tetap steril, tetapi juga mendukung keselamatan pasien, tenaga medis, dan kualitas pelayanan rumah sakit secara keseluruhan.
Peran Pass Box dalam Sistem Manajemen Mutu dan Audit Kebersihan
Dan manfaat berikutnya, yang sangat penting di untuk sistem manajemen. Bagi industri yang menerapkan standar Good Manufacturing Practice (GMP), ISO 14644, atau bahkan ISO 9001, keberadaan pass box juga memiliki fungsi strategis.
Setiap aktivitas di lingkungan bersih harus bisa dilacak dan dibuktikan secara objektif, mulai dari distribusi udara, tekanan antar-ruang, hingga hasil uji kebersihan.
Pass box yang dilengkapi sensor dan sistem monitoring bisa membantu menyediakan data seperti:
- Catatan hasil pengujian airflow dan HEPA filter.
- Rekaman perbedaan tekanan udara.
- Log waktu operasi interlock dan UV lamp.
Data-data ini bisa digunakan untuk bukti audit kebersihan, baik dari audit internal maupun dari pihak regulator seperti BPOM atau lembaga sertifikasi internasional.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Dari seluruh pembahasan tadi, bisa sobatlab simpulkan bahwa pass box adalah komponen penting dalam menjaga sterilitas lingkungan bersih.
Setiap Fasilitas Steril Membutuhkan Pass Box
Tanpa alat ini, transfer barang sekecil apa pun bisa jadi sumber kontaminasi yang merusak stabilitas ruang bersih.
Itulah sebabnya pass box menjadi bagian wajib dari cleanroom
Faktor Penting dalam Pemilihan dan Validasi Awal
Selain itu, pengujian rutin seperti airflow test, DOP test, dan pengecekan interlock harus dilakukan secara berkala agar kinerjanya tetap optimal.
Langkah kecil seperti ini bisa mencegah masalah besar di kemudian hari.
Dan dalam proses pemilihan, pastikan Sobatlab memilih jenis pass box yang sesuai dengan kebutuhan antara static untuk area dengan kebersihan setara, dan dynamic untuk ruang dengan perbedaan tekanan atau kelas ISO yang ketat.
Hubungan antara Desain Pass Box dan Kualitas Produk Akhir
Selain memilih jenis pass box yang tepat, Sobatlab juga perlu cermat dalam menentukan desain yang memenuhi standar internasional.
Desain yang pas akan menghasilkan kualitas produk yang lebih baik, menjaga kestabilan udara, dan meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Jadi, jangan ragu untuk berinvestasi pada pass box berkualitas tinggi agar sistem produksi dan laboratorium Sobatlab tetap steril dan efisien.Kalau Sobatlab sedang mencari pass box, pastikan memilih produk yang sudah teruji dan sesuai standar ISO serta GMP — seperti yang ada di Pusat Cleanroom.
Sumber dan Referensi
- ISO 14644-1:2015 – Cleanrooms and Associated Controlled Environments – Classification of Air Cleanliness by Particle Concentration
https://www.iso.org/obp/ui/#iso:std:iso:14644:-3:ed-2:v2:en - WHO Technical Report Series No. 961 — Annex 6
WHO Good Manufacturing Practices for Sterile Pharmaceutical Products
https://www.who.int/docs/default-source/medicines/norms-and-standards/guidelines/production/trs961-annex6-gmp-sterile-pharmaceutical-products.pdf - Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2019
Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
https://peraturan.bpk.go.id/Details/111721/permenkes-no-7-tahun-2019 - PIC/S PE 009 — Good Manufacturing Practice (GMP) Guidelines for Pharmaceutical Manufacturing Facilities
https://picscheme.org/docview/6606 - WHO — Good Manufacturing Practice (GMP) Standards and Specifications
https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/norms-and-standards/gmp - BPOM Indonesia — Pedoman Sertifikasi dan Standar Produksi Farmasi
https://e-sertifikasi.pom.go.id/assets/uploads/peraturan/047ed0e75410e9afd0f96027cc7ef114.pdf - Camfil — Integrity Test (DOP Test) untuk HEPA Filter sesuai ISO 14644-3
https://www.camfil.com/en-in/insights/standard-and-regulations/iso-14644-3 - Valtria — Material Airlock dan SAS dalam Cleanroom (Annex 1 GMP)
https://valtria.com/en/blog/news/annex-1-gmp-material-airlocks-sas/ - Cenvironment — Pass Through Options dalam Cleanroom Design
https://cenvironment.com/pass-through-options/ - NHISO — HEPA Filter Maintenance dan Pengujian Berdasarkan ISO 14644-3:2005
https://nhiso.com/wp-content/uploads/2018/06/ISO-14644-3-2005.pdf




