Table of Contents

Daftar Peralatan Cleanroom yang Wajib Ada dan Fungsinya

peralatan cleanroom
generated by ai

Halo Sobatlab!
Cleanroom adalah lingkungan yang dikontrol secara ketat untuk meminimalkan kontaminasi dari partikel udara, debu, atau mikroorganisme. Pengendalian ini sangat penting terutama bagi industri elektronik, farmasi, dan laboratorium penelitian, di mana produk sensitif bisa terpengaruh oleh kontaminasi sekecil apa pun.

Agar cleanroom berfungsi optimal, keberadaan peralatan yang tepat menjadi kunci. Mulai dari sistem filtrasi udara hingga furniture khusus, setiap perangkat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara, keamanan produk, dan kenyamanan operasional. Tanpa kelengkapan peralatan yang sesuai, risiko kontaminasi bisa meningkat dan proses produksi terganggu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai peralatan cleanroom yang wajib ada dan fungsinya. Mulai dari sistem filtrasi HEPA dan ULPA, air shower, pass box, laminar flow unit, sistem monitoring partikel, hingga furniture pendukung.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasan, pastikan Anda sudah memahami pengertian dasar cleanroom. Anda dapat membaca artikel “Apa itu Cleanroom? Berikut adalah penjelasan fungsi hingga Pemeliharaan rutinnya”.

Memahami Pentingnya Kelengkapan Peralatan di dalam Cleanroom

Peralatan cleanroom adalah fondasi utama untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kerja. Sesuai CPOB 2018, setiap fasilitas harus dilengkapi peralatan yang tepat agar risiko kesalahan bisa diminimalkan, pembersihan lebih mudah, dan kontaminasi silang dapat dicegah. satu komponen yang tidak berfungsi, seperti filter udara yang menurun performanya atau interlock pintu yang rusak, bisa memengaruhi validasi seluruh fasilitas dan berpotensi menimbulkan kerugian besar.

Sistem Filtrasi Udara

Komponen filtrasi udara adalah bagian paling penting di sebuah cleanroom. Alat ini berfungsi untuk menjaga udara tetap bersih, menurunkan konsentrasi partikel, dan memastikan ruangan tetap memenuhi standar ISO 14644-1. Tanpa alat ini, risiko kontaminasi meningkat, dan kualitas produk bisa terganggu.

Di dunia industri, ada dua jenis filter yang paling sering digunakan, yaitu HEPA filter dan ULPA filter.

Hepa filter

HEPA (High Efficiency Particulate Air) mampu menangkap hampir semua partikel berukuran 0,3 µm dengan efisiensi 99,97–99,995%. Struktur seratnya cukup padat untuk menyaring partikel, tetapi tetap memungkinkan udara mengalir dengan lancar, sehingga hemat energi kipas. Filter ini ideal untuk farmasi, rumah sakit, makanan & minuman, aerospace, dan manufaktur umum, serta biasanya digunakan di ISO Class 5–8.

ULPA filter

ULPA (Ultra Low Penetration Air) filter memiliki kemampuan menyaring partikel lebih tinggi dibanding HEPA, mampu menangkap partikel sekecil 0,12 µm dengan efisiensi hingga 99,999995%. Kepadatan serat yang sangat tinggi membuat resistansi udara lebih besar, sehingga kipas membutuhkan daya lebih tinggi. Filter ini digunakan pada fasilitas dengan standar sangat ketat, seperti semikonduktor sub-14 nm, nanoteknologi, dan laboratorium fisika kuantum, serta untuk ISO Class 1–4. Meski biayanya lebih tinggi dan konsumsi energinya lebih besar, perlindungan yang diberikan sebanding dengan risiko partikel ultrafine yang dapat merusak produk.

Air Shower

Setelah memastikan udara di dalam cleanroom tersaring dengan sempurna, tantangan berikutnya adalah personil atau operator yang masuk. Manusia adalah sumber kontaminasi terbesar di dalam cleanroom karena partikel dari pakaian, kulit, dan rambut. Di sinilah Air Shower berperan sebagai “gerbang pembersih”.

Air Shower adalah bilik tertutup khusus yang dilengkapi dengan pancaran udara berkecepatan tinggi yang disaring melalui filter HEPA. Alat ini dipasang di antara ruang ganti (gowning room) dan area utama cleanroom.

Cara kerjanya bukan sekadar meniup udara. Sistem ini menggunakan High Velocity Jet Scrubbing, di mana udara berkecepatan tinggi (20–25 m/s) disemprotkan melalui nozzle untuk melepaskan partikel yang menempel pada pakaian. Aliran turbulen juga menciptakan getaran kain (fluttering) yang membantu membebaskan partikel, sementara udara kotor disirkulasikan melalui pre-filter dan HEPA filter sebelum disemburkan kembali, menjaga siklus selalu bersih.

Air Shower biasanya bekerja dalam siklus 15–20 detik. Pintu masuk dan keluar terkunci secara interlock untuk mencegah kontaminasi silang dan menjaga perbedaan tekanan.

Katalog produk Air Shower

Passbox dan Airlock

Bukan hanya personel, material atau barang yang masuk ke cleanroom juga harus melewati proses dekontaminasi. Pass Box dan Airlock adalah solusi untuk transfer material tanpa mengganggu stabilitas tekanan udara di dalam ruangan.

Passbox

Pass Box adalah kotak kecil yang dipasang pada dinding pembatas cleanroom. Setiap pintu dilengkapi interlocking system, sehingga kedua pintu tidak bisa dibuka bersamaan. Fitur ini mencegah udara kotor langsung masuk ke area bersih.

Pass Box mempunyai dua jenis, yaitu Static (pasif) dan Dynamic (aktif).

Static Passbox
Static Passbox adalah Kotak sederhana tanpa ventilasi aktif yang dilengkapi dengan pintu interlock mekanis atau elektromagnetik. Alat ini mengandalkan waktu tunggu untuk membersihkan udara yang masuk. Cocok untuk transfer barang antar area dengan tingkat kebersihan sama, misalnya dari Ruang Pengemasan ISO 7 ke Ruang Produksi ISO 7. Tidak disarankan untuk memindahkan barang dari area kotor ke area kritis.

Dynamic Passbox
Dynamic Pass Box dilengkapi fan, HEPA filter, dan sistem sirkulasi internal yang menyapu partikel dari permukaan barang sebelum pintu sisi bersih dibuka. Jenis ini wajib untuk transfer material antar zona dengan klasifikasi berbeda, misalnya dari ISO 8 ke ISO 5 atau area aseptik Grade A/B. Beberapa model juga menambahkan lampu UV untuk disinfeksi permukaan dan pengukur tekanan diferensial untuk memantau kinerja filter.

Katalog Produk Pass Box: Static Pass Box & Dynamic Pass Box

Airlock

Jika Pass Box digunakan untuk barang kecil, Airlock adalah ruangan transisi berukuran besar yang dirancang untuk personil atau peralatan besar (seperti troli atau mesin). Fungsinya adalah sebagai penyangga (buffer) untuk mencegah hilangnya tekanan udara dan masuknya kontaminan saat akses dibuka.

Airlock bekerja dengan sistem Interlocking Door, di mana satu pintu harus tertutup rapat sebelum pintu lainnya dapat dibuka. Berdasarkan cara kerja tekanannya, Airlock dibagi menjadi tiga tipe utama, yaitu:

Cascading Airlock
Tipe yang paling umum di mana tekanan udara di satu sisi lebih tinggi daripada sisi lainnya. Udara mengalir dari area bersih (tekanan tinggi) ke Airlock (tekanan menengah), lalu ke area kotor (tekanan rendah). Ini mencegah debu masuk ke area paling bersih.

Pressure Bubble Airlock
Airlock ini memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada kedua ruangan di sekitarnya. Udara dari dalam Airlock akan mengalir keluar ke kedua sisi saat pintu dibuka. Ini sangat efektif mencegah kontaminasi masuk ke dalam cleanroom sekaligus menjaga udara di dalam cleanroom tidak keluar. Airlock tipe ini cocok untuk industri semikonduktor.

Pressure Sink Airlock
Airlock ini memiliki tekanan yang lebih rendah daripada kedua ruangan di sekitarnya. Udara dari kedua sisi akan tersedot masuk ke dalam Airlock. Tipe ini biasanya digunakan di laboratorium biosafety (BSL) untuk memastikan material berbahaya atau virus dari dalam ruangan tidak bocor keluar ke area publik.

Laminar Air Flow, Biosafety Cabinet, dan Fume Hood

Di beberapa proses, tidak semua area harus bersih hingga standar steril penuh; yang paling penting adalah zona di mana produk langsung diproses. Untuk itu, digunakan peralatan khusus seperti Laminar Flow Unit, Biosafety Cabinet, dan Fume Hood, yang menciptakan “zona perlindungan lokal” dengan udara bersih terkendali. Dengan cara ini, area kritis tetap terlindungi dari partikel, mikroorganisme, maupun uap berbahaya, tanpa harus menjadikan seluruh ruangan ISO Class 5.

Laminar Flow Cabinet

Laminar Flow Unit (LAF) digunakan untuk menciptakan zona lokal bersih di sekitar titik proses kritis, menjaga produk tetap bebas partikel tanpa harus menjadikan seluruh ruangan steril. Agar efektif, LAF mengalirkan udara bersih dari filter HEPA secara terkontrol, dan aliran udara ini bisa berbentuk vertikal atau horizontal, tergantung kebutuhan. Aliran vertikal menurunkan udara dari langit-langit ke meja kerja, cocok untuk peralatan tinggi dan tidak langsung mengenai wajah operator, meski tangan atau alat di meja bisa membentuk “zona mati” di bawah objek. Aliran horizontal mendorong udara dari belakang ke depan, menyapu produk langsung dengan udara bersih, tapi udara mengarah ke operator sehingga tidak cocok untuk bahan berbahaya.

Biosafety Cabinet (BSC)

Untuk pekerjaan dengan bahan biologis atau kimia berbahaya, BSC menjadi pilihan wajib. Berbeda dari LAF yang hanya melindungi produk, BSC melindungi produk, operator, dan lingkungan. Udara disirkulasikan dengan tirai udara dan disaring melalui HEPA sebelum dilepas, sementara aliran udara tidak langsung mengenai operator. BSC memiliki tiga kelas, namun yang paling umum adalah Class II, yang terbagi menjadi tipe A2 dan B2, menyesuaikan kebutuhan risiko dan jenis bahan yang ditangani.

Fume Hood

Fume Hood digunakan untuk proses yang menghasilkan uap atau gas berbahaya. Udara yang mengandung uap kimia dihisap dari area kerja dan dibuang melalui sistem filtrasi atau ventilasi eksternal. Dengan begitu, operator tidak terpapar zat beracun, dan lingkungan tetap aman. Fume Hood lebih fokus pada keselamatan operator, sedangkan LAF dan BSC fokus pada perlindungan produk dan kombinasi produk-operator-lingkungan.

Sistem Monitoring Partikel dan Kualitas Udara

Memiliki peralatan cleanroom yang canggih tidaklah cukup jika kinerjanya tidak dipantau secara terus-menerus. Sistem monitoring berfungsi untuk mendeteksi potensi masalah sebelum kontaminasi merusak produk.

Berikut adalah perangkat utama yang wajib ada dalam sistem monitoring:

1. Particle Counter (Penghitung Partikel)

Alat ini menggunakan teknologi hamburan cahaya laser untuk menghitung dan mengukur ukuran partikel mikroskopis di udara. Alat portable cocok untuk pengambilan sampel titik demi titik atau sertifikasi rutin, meski hanya memberikan “potret sesaat”. Sensor stasioner dipasang di titik-titik kritis dan terhubung ke sistem monitoring pusat, memberikan data detik-demi-detik. Jika terjadi lonjakan partikel, alarm visual dan audio akan menyala, memungkinkan operator menghentikan proses sebelum produk terkontaminasi.

2. Differential Pressure Gauge (Magnehelic)

Perbedaan tekanan udara mencegah udara kotor masuk ke ruang bersih. Ruang yang lebih bersih selalu ditekan lebih tinggi dibandingkan ruang sekitarnya, biasanya dengan selisih 10–15 Pascal. Pengukuran bisa dilakukan dengan Magnehelic Gauge analog, yang tangguh dan tidak butuh listrik, atau digital transmitter yang memberi pembacaan presisi hingga 0,1 Pascal dan dapat terhubung ke sistem monitoring otomatis untuk pencatatan data sesuai prinsip integritas data (ALCOA+).

3. Suhu dan Kelembapan (RH)

Kelembapan relatif juga sangat penting. Kelembapan terlalu rendah, di bawah 30%, memicu listrik statis yang dapat merusak komponen elektronik dan membuat partikel menempel kuat. Sebaliknya, kelembapan terlalu tinggi, di atas 60%, dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri, bubuk farmasi menggumpal, serta korosi pada peralatan logam.

Furniture dan Infrastruktur Pendukung Cleanroom

Kontaminasi cleanroom tidak selalu datang dari udara, banyak partikel justru berasal dari benda-benda yang dibawa masuk. Meja kayu, kursi berbusa biasa, atau material pori-pori lain bisa melepaskan ribuan partikel setiap menit, sehingga pemilihan furniture dan infrastruktur yang tepat sangat penting.

Berikut adalah

Material Furniture

Stainless steel (SS) adalah material standar untuk furniture cleanroom karena permukaannya tidak berpori, tahan korosi, dan tahan terhadap bahan kimia pembersih. Grade 304 cukup untuk sebagian besar aplikasi farmasi dan elektronik, sementara grade 316/316L wajib digunakan di area produksi steril, tempat bahan kimia korosif digunakan, atau lingkungan garam tinggi karena kandungan molybdenumnya meningkatkan ketahanan terhadap korosi pitting. Untuk aplikasi ultra-kritis, permukaan SS bisa dipoles secara elektrokimia (electropolished), membuatnya halus, mudah dibersihkan, dan mengurangi tempat persembunyian mikroba.

Desain Ergonomis dan Higienis

Furniture cleanroom harus mudah dibersihkan (easy-to-clean) dan bebas sudut tajam atau celah sempit. Sudut sebaiknya melengkung, kaki meja berbentuk pipa bulat untuk mengurangi gangguan aliran udara. Kursi menggunakan vinyl atau polyurethane (PU) antistatis dan mekanisme gas-lift harus tertutup rapat agar tidak mengeluarkan partikel dari pelumas.

Infrastruktur Lantai dan Dinding

Lantai cleanroom bisa menggunakan epoxy self-leveling yang mulus dan tahan kimia, atau vinyl heat-welded yang elastis dan nyaman dipijak. Di industri semikonduktor, raised floor wajib digunakan untuk memungkinkan aliran udara vertikal menembus plenum bawah, menjaga aliran laminar tetap sempurna.

Dinding biasanya menggunakan sandwich panel dengan isian honeycomb aluminium atau kertas untuk pilihan ringan dan kuat, rockwool untuk ketahanan api tinggi, atau EPS (styrofoam) yang murah namun berisiko kebakaran dan asap beracun, sehingga mulai ditinggalkan di fasilitas modern.

Cara Memilih Equipment Cleanroom yang Sesuai Kebutuhan

Memilih peralatan untuk cleanroom bukan hanya soal harga atau merk, tetapi soal kesesuaian dengan proses produksi dan tingkat kebersihan yang dibutuhkan. Alat yang tepat akan menjaga stabilitas kualitas produk, meminimalkan risiko kontaminasi, dan mempermudah operasional sehari-hari.

1. Identifikasi Kelas ISO Anda
Langkah pertama adalah memahami kelas ISO cleanroom yang Anda miliki. Jangan membeli peralatan dengan kemampuan berlebihan seperti ULPA filter jika area Anda cukup menggunakan HEPA atau ISO Class 8 dan sebaliknya, di area kritis seperti produksi aseptik atau semikonduktor sub-14 nm, memilih peralatan dengan kemampuan terlalu rendah justru berisiko menimbulkan kontaminasi yang sulit dideteksi. Menyesuaikan alat dengan kelas ISO memastikan penggunaan sumber daya optimal sekaligus menjaga keamanan proses produksi.

2. Periksa Material
Material yang digunakan harus non-shedding, tahan korosi, dan mudah dibersihkan. Stainless steel grade tertentu atau plastik antistatis menjadi pilihan ideal. Material yang mudah rontok atau berpori bisa menjadi sumber partikel tersembunyi yang merusak sistem filtrasi dan stabilitas kelas ISO. Memilih bahan yang tepat memastikan udara tetap bersih dan alat lebih awet.

3. Kemudahan Maintenance
Pertimbangkan desain peralatan agar penggantian filter atau perawatan rutin bisa dilakukan tanpa harus membongkar plafon atau mengganggu aliran udara cleanroom. Alat yang sulit dirawat meningkatkan downtime, risiko kesalahan teknis, dan menurunkan efisiensi operasional. Peralatan yang mudah diakses untuk maintenance menjaga kelancaran produksi sekaligus meminimalkan potensi kontaminasi.

4. Sertifikasi Vendor
Pastikan vendor menyediakan dokumen IQ (Installation Qualification), OQ (Operational Qualification), dan PQ (Performance Qualification). Dokumen ini memastikan alat berfungsi sesuai spesifikasi dan dapat lolos audit internal maupun eksternal. Vendor kredibel biasanya juga menyediakan panduan instalasi, SOP perawatan, dan layanan kalibrasi, sehingga Anda mendapatkan dukungan lengkap untuk menjaga performa cleanroom.

Karena itu, pemilihan vendor yang tepat sangatlah penting. Vendor berpengalaman akan memastikan material, peralatan, dan sistem pendukung sesuai dengan standar ISO maupun CPOB, mudah dipelihara, dan mendukung proses kualifikasi jangka panjang. Presisi fabrikasi dan kualitas material menjadi faktor utama dalam meminimalkan risiko kontaminasi dan memperpanjang umur fasilitas.

PT Sains Steelindo Prima menyediakan solusi cleanroom berbahan stainless steel, seperti pass box, hermetic door, dan perlengkapan pendukung lainnya yang dirancang untuk mendukung kepatuhan cleanroom terhadap standar yang berlaku.

Informasi produk dapat dilihat melalui tautan di bawah ini.

Pusat Clean Room